Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah ( STIT ) Tebo, yang berdiri sejak 2006 di Simpang V Muara Tebo kabupaten Tebo,jambi . merupakan salah satu perguruan tinggi yang mencetak tenaga – tenaga pendidik dalam pendidikan Agama yang hingga saat ini telah mewisudakan Angkatan Pertama pada 25 Januari 2010 sejumlah 91 wisudawan – wisudawati.

Selama bergulirnya Proses pendidikan dikampus hijau ini, tidak sedikit tantangan yang hadir baik dari interen maupun ekstern, tuntutan – tuntuan datang berjubel demi peningkatan mutu dan kualitas, STIT Tebo dengan tenaga pendidik dan Staff berjumlah sekitar 40 Orang, 500 Mahasiswa dan 3 gedung belajar milik sendiri bertempat di Jl. Lintas Tebo – Bungo Km.03 hingga saat ini terus berjuang meski terseok – seok.

Kabupaten Tebo sebagai kabupaten dalam tahap pembangunan, terkhususnya dalam dunia Agama Islam sangat jelas membutuhkan Kader – kader STIT Tebo dalam menyikapi dan menanggapi problema dan berbagai Fenomena dalam kehidupan Masyarakat Islam, tidak sedikit masalah Akhlak yang telah merubah cara hidup manusia yang awalnya harmonis dan sejahtera berubah menjadi cara hidup hewan, dimana setiap orang telah berubah menjadi buas untuk kekayaan pribadi, Populeritas, dan Kedudukan dengan melupakan akidah islam. akhirnya semua perbuatan dan cara yang haram dihalalkan.

Bumi tempat kita berpijak, Khususnya Tebo, ialah merupakan amanah dari Allah SWT, begitu juga dengan Isinya, serta manusia didalamnya. akankah kita menyadari kesulitan yang dihadapi masyarakat, bencana yang didatangkan Alam, serta Problema yang merenggut kebahagiaan Umat itu datangnya dari tangan – tangan kita sendiri. sebagai manusia kita meski harus kembali berpikir, APA YANG KITA CARI DALAM HIDUP INI ? Harta,tidak dibawa mati; Kedudukan, tak selamatkan kita dri maut; Populeritas, tidak membuat hidup mudah,justru menjadi cibiran orang lain.
inilah saatnya Mahasiswa STIT Tebo mampu berperan dalam menstabilkan keadaan yang semakin rumit ini, tidak sedikit perempuan yang telah kehilangan kehormatan, tidak sedikit Lelaki yang Hancur karena musnahnya jati diri islam dalam tubuh individu bahkan masyarakat, akibatnya malapetaka tidak kunjung usai.

Tidak satupun manusia sempurna, seseorang terpaksa harus menjerit walau pada sesungguhnya ia sendiri dalam relung kegelapan, karena tidak sedikitpun dihatinya terniat untuk terjerumus dalam relung kegelapan. ia selalu bermimpi mencari Cahaya, bahkan ia juga berusaha. namun terkadang latar belakang pendidikan, budaya, serta lingkungan telah mengotori jiwa yang rentan itu.
kawan, bagaimana dan seperti apa caranya kita mengembalikan keadaan yang sewajarnya tergantung diri kita pribadi, kita jangan ernah bermimpi untuk merubah orang lain, tapi kita harus memacu diri untuk berubah. Insya Allah jika 500 Mahasiswa/i STIT Tebo memulai dari dirinya sendiri untuk menjunjung Akidah Islam sebagai BUdaya Permanen dalam kehidupan Bermasyarakat, maka yang lainpun akan mengikut dengan sendirinya.dan ini ialah beban tanggungjawab para Kader – kader STIT Tebo.

Sementara itu, untuk meningkatkan mutu dan kualitas PTAIS ini, marilah kita bersama – sama membuka mata, sebagai masyarakat Tebo kita harus menjaga dan membina salah satu Aset Tebo ini ( STIT Tebo ),Pemerintah Daerahpun sudah seharusnya mengulurkan tangan demi Majunya Pendidikan Islam ditebo ini, kepada siapa lagi kita berharap kemajuan Peradaban Islam ditebo ini, kecuali hanya kepada kita sendiri.