Siapa kita, dan untuk apa kita

Sahabat……
menyadari diri dengan amanah sebagai Kahlifah dimuka bumi ini………..
menyadari apa yang terucap dan apa yang diperbuat akan membawa akibat bagi diri maupun lingkungan….
menyadari pentingnya keasadaran dan keinginan tanpa memeras hak tulang – tulang kita………..
apa yang telah kita renungkan ?
adakah sedikit empati berbuat untuk kebersamaan ?

Senja yang menyongsong Malam gelap, Fajar yang menyongsong Petang……….
tiada lagi makna bagi sang insan petualang pintu kerinduan….

sahabat…….
betapa miriskah hati kita atau tak pedulikah akan tangisan dan jeritan pilu kaum awam yang mengerang kemiskinan moral maupun materil……….
betapa picikkah kita memeras jerih payah mereka hanya untuk menjilat kepada kepuasan nafsu duniawai belaka………..
betapa cukupkah dengan auman dan terjangan yang ditunggangi kadal – kadal berbisa kita berbuat……

kini senja,malam,fajar, dan petang tak lagi punya makna….
kemarin kehancuran telah meluluh lantakkan Aceh,Jawa,Sumabar………
Hari ini, waktu ini, kehancuran da pada jiwa dan raga insani yang tiada daya……
Esok mungkin tempat berpijak ini menjadi duri ditubuh kita….
udara ini menjadi gas beracun menusuk jantung kita….
mentari menjadi api pembungkus tubuh penuh noda….
rerumputan tak lagi menhijau…..
duniapun tak luput dari perebutan kekuasaan dan kesenangan setan yang merajalela….

siapa kita, dan untuk apa kita ini ada….

cukupkah sebagai penonton, atau sutradara kehancuran ? ataukah sebagai dalang – dalang penjilat….?
ataukah sebagai Pengkritik tak bertanggungjawab ?

Iklan