Pesona alam yang  begitu indah tak cukup  membuat teduh hati yang gundah, separoh umur yang menjelma dalam kesendirian, menghilangkan perasaan harap bersama kasih sayang yang tak kunjung sua. mata yang dulu berbinar penuh mimpi – mimpi, kini redup bersama tubuh yang semakin kurus ditelan kisah – kisah getir dalam perjalanan menuju mati.

Seakan bagai mayat hidup, hari – hri tertempuh tanpa asa dan cita, ketakutan mencabik – cabik keberdayaan diri…….. terduduk, tertunduk, meski sesekali senyum masih tersungging dari bibir gelap yang tak bosan mengulum gulungan tembakau kala bosan merenggut waktu.

Kemarin dengan senyuman yang manis engkau datang menyuguhkan harapanyang begitu indah, bersanma malam yang setia disudut kamar gelapku kini, seringku menjerit saat kata manismu bermain dalam benakku ” Jangan Tinggalin Dik,Bang ! “…….. aku meronta – ronta dalam ketenggelaman jiwa yang binasa oleh kehadiranmu.

Kini seakan bagai mayat hidup, hari – hari tertempuh tanpa asa dan cita, kepedihan menyayat – nyayat mimpiku….. berdiri, kucoba melangkah… ohh,begitu sakit menusuk sendiku, kuterjatuh dan terjatuh lagi meski sesekali senyum masih tersungging didbir gelap yang tiada bosan menghardik dan memaki hati.

Saat kumasih larut dalam mimpi – mimpi yang kau ciptakan, harapan menggelora dalam jiwa, seolah tanpa bersalah dan merugi engkau tinggalkanku tan peduli…… kusadari, panas yang menyenga, dingin yang mengakukan jemariku bagimu tiada berarti. mungkinkah kenangan yang tak mungkin pernah tuk kulupakan, disaat cinta harus mencintai tanpa cinta terlintas dalam benakmu?

Ohh, Sekarang…. Tubuh yang lusuh oleh cintamu, hanya hadir mengisi ruang hidup, menebar senyum, meski asa dan cita tiada bersemayam lagi dalam jiwa yang rentan  tanpamu ini.   Aku berjalan lagi……  biarkan waktu menjawab semua mimpi – mimpi yang terbunuh olehmu…..  dik, Kau tetap slalu ada dihati yang hancur ini……………… ( Buat Merpati patah sayap 102901 )