Risalah dari Prof. Dr. Muhammad Badi’
Mursyid Aam Ikhwanul Muslimin

الحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله، وعلى آله وصحبه ومن والاه، أما بعد؛

Sesungguhnya masjid Al-Aqsha adalah kiblat pertama (Umat Islam), masjid suci ketiga dan tempat Isra Rasulullah saw. Dari sana juga Mi’raj beliau ke langit-langit tertinggi. Palestina adalah titipan Nabi Muhammad kepada kita, amanat Umar di tanggungan kita, perjanjian Islam di pundak kita. Karenanya, Palestina dan Al-Quds (Israel menyebutnya Jerusalem) adalah bagian dari akidah umat Islam. keteledoran dalam hal tersebut adalah keteledoran dalam menerapkan kitab Allah dan warisan Rasulullah dan para nabi-nabi lainnya, budaya umat dan akidahnya. Melepaskan sebagiannya kepada yahudi atau kepada lainnya, atau bahkan hanya sekedar mengakui hak selain orang Islam di dalamnya, maka hal itu larangan keras sebab ia bukan milik individu, kelompok atau Negara karena ia telah ditaklukkan oleh kaum muslimin dan Allah menetapkannya untuk kita di dalamnya.

Untuk itu, kewajiban setiap Muslim – Arab atau selainnya – adalah berjihad dengan kemampuannya untuk membersihkan api penjajah dari sana, mengembalikan dari tangan penggasap zionis kepada warganya yang terusir, dan membebaskan para pejuangnya yang tertawan di penjara Israel. Jika kita tidak melakukannya, maka kaum Muslimin semuanya berdosa dan merugi. Bahkan mereka akan mengalami gilirannya seperti yang dialami saudara mereka di Palestina.

Tidak ada Jalan untuk Mengamblikan Hak Kecuali dengan Jihad

Ketahuilah wahai kaum muslimin bahwa jihad adalah kewajiban yang tetap bertahan hingga hari kiamat. Jihad adalah puncak kemegahan Islam, tingkatan pertama dalam jihad adalah mengingkari kondisi ini dalam hati dan tingkatan paling tinggi adalah berperang di jalan Allah. Di antara dua tingkatan terendah dan tertinggi itu adalah “jihad lisan, tulisan dan tangan” dan menyampaikan kebenaran kepada pemimpin yang dlalim. Umat tidak akan hidup, sebuah Negara tidak akan bangkit, hak-hak tidak akan kembali, tanah, harga diri dan harta tidak akan bisa dijaga, kecuali dengan jihad di jalan Allah.

﴿وَجَاهِدُوا فِي اللهِ حَقَّ جِهَادِهِ﴾ (الحج: من الآية 78)،

“Dan berjihadlah di jalan Allah dengan sebenar-benar jihad.” (Al-Hajj: 78)

﴿إِنَّ اللهَ اشْتَرَى مِنْ الْمُؤْمِنِينَ أَنفُسَهُمْ وَأَمْوَالَهُمْ بِأَنَّ لَهُمْ الْجَنَّةَ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللهِ فَيَقْتُلُونَ وَيُقْتَلُونَ وَعْدًا عَلَيْهِ حَقًّا فِي التَّوْرَاةِ وَالإِنجِيلِ وَالْقُرْآنِ وَمَنْ أَوْفَى بِعَهْدِهِ مِنْ اللهِ فَاسْتَبْشِرُوا بِبَيْعِكُمْ الَّذِي بَايَعْتُمْ بِهِ وَذَلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ (111)﴾ (التوبة)،

“Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mu’min diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Qur’an. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar.” (QS. At Taubah (9):111)

Jika kalian, dengan iman kalian, kalian telah menjual kepada Allah diri kalian dan harta kalian, maka saat inilah waktunya untuk mengerahkan dan menyerahkan diri dan harta itu. Maka penuhilah janji Allah, Dia akan memenuhi janji kalian.

Ketahuilah, tidaklah sebuah umat meninggalkan (berlepas diri) dari jihad kecuali Allah akan menyiksanya dan menghinakannya.

﴿يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا مَا لَكُمْ إِذَا قِيلَ لَكُمْ انفِرُوا فِي سَبِيلِ اللهِ اثَّاقَلْتُمْ إِلَى الأَرْضِ أَرَضِيتُمْ بِالْحَيَاةِ الدُّنْيَا مِنْ الآخِرَةِ فَمَا مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا فِي الآخِرَةِ إِلاَّ قَلِيلٌ (38) إِلاَّ تَنفِرُوا يُعَذِّبْكُمْ عَذَابًا أَلِيمًا وَيَسْتَبْدِلْ قَوْمًا غَيْرَكُمْ وَلا تَضُرُّوهُ شَيْئًا وَاللهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ (39)﴾ (التوبة)

“Hai orang-orang yang beriman, Apakah sebabnya bila dikatakan kepadamu: “Berangkatlah (untuk berperang) pada jalan Allah” kamu merasa berat dan ingin tinggal di tempatmu? Apakah kamu puas dengan kehidupan di dunia sebagai ganti kehidupan di akhirat? Padahal kenikmatan hidup di dunia ini (dibandingkan dengan kehidupan) diakhirat hanyalah sedikit.

jika kamu tidak berangkat untuk berperang, niscaya Allah menyiksa kamu dengan siksa yang pedih dan digantinya (kamu) dengan kaum yang lain, dan kamu tidak akan dapat memberi kemudharatan kepada-Nya sedikitpun. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (At-Taubah: 38-39)

وعَنْ اِبْن عُمَر قَالَ: سَمِعْت رَسُول اللَّه صلى الله عليه وسلم يَقُول: “إِذَا ضَنَّ النَّاس بِالدِّينَارِ وَالدِّرْهَم، وَتَبَايَعُوا بِالْعِينَةِ، وَاتَّبَعُوا أَذْنَاب الْبَقَر، وَتَرَكُوا الْجِهَاد فِي سَبِيل اللَّه؛ أَنْزَلَ اللَّه بِهِمْ بَلاَء، فَلاَ يَرْفَعهُ عَنْهُمْ حَتَّى يُرَاجِعُوا دِينهمْ” (رَوَاهُ أَبُو دَاوُدَ بِإِسْنَادٍ صَحِيح).

Dari Ibnu Umar, ia berkata, “Saya mendengar Rasulullah saw bersabda, “Jika manusia puas dengan dinar dan dirham, mereka berjual dengan iiah () bekerja menggembala sapi, dan meninggalkan jihad di jalan Allah, maka Allah akan menurunkan bala, maka bala itu tidak akan diangkat dari mereka sampai merek

kembali kepada agama mereka,” (HR. Abu Daud dengan sanad shahih).

Wahai umat Muslim

Sesungguhnya jalan kita satu-satunya menghadang serangan brutal terhadap tanah air kita, jalan satu-satunya mengembalikan harga diri dan kemuliaan kita tidak lain adalah dengan mengerahkan jiwa, harta, waktu dan hidup, dan segala hal untuk mencapai tujuan mulia kita, yaitu; menjaga agama dan negeri dan mengembalikan hak yang terampas. Itu adalah tujuan yang dijaga oleh semua agama samawi, dan dilindungi oleh undang-undang dan konvensi internasional, termasuk PBB.

Ketahuilah wahai kaum muslimin, sesungguhnya kekuatan yang dibutuhkan oleh jihad lahir dari kebenaran niat kalian, kekuatan iman kalian, kesolidan akhlak kalian, kekuatan persatuan kalian sebagaimana bangunan yang kokoh.

﴿إِنَّ اللهَ يُحِبُّ الَّذِينَ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِهِ صَفًّا كَأَنَّهُمْ بُنيَانٌ مَرْصُوصٌ (4)﴾ (الصف)،

“Sesungguhnya Allah menyukai orang yang berperang dijalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh.”

عَنْ أَبِي مُوسَى رضي الله عنه عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ: “الْمُؤْمِنُ لِلْمُؤْمِنِ كَالْبُنْيَانِ يَشُدُّ بَعْضُهُ بَعْضًا- وَشَبَّكَ بَيْنَ أَصَابِعِهِ” (البخاري)،

Dari Abu Musa Al-Asyari ra, dari Nabi saw, ia berkata, “Orang mukmin dengan mukmin lainnya laksana bangunan yang satu bagian dengan bagian lainnya saling menguatkan – Rasulullah merangkai jari-jarinya,”

﴿وَأَعِدُّوا لَهُمْ مَا اسْتَطَعْتُمْ مِنْ قُوَّةٍ﴾ (الأنفال: من الآية60).

“dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu dan orang orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalasi dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan).” (An-Anfal: 60)

Seorang mukmin pantang masuk lubang yang sama dua kali

Wahai pemimpin Arab dan Negara-negara muslim

Sesungguhnya seorang mukmin pantang masuk lubang yang sama dua kali. Namun sayang orang-orang zionis dan Amerika memperosokkan kalian ke dalam lobang yang sama berkali-kali. Kalian tidak mengambil pelajaran. Musuh-musuh kalian menipu kalian, sebagaimana menipu orang- orang sebelum kalian. Mereka mengundang kalian makan-makan, dan kalian penuhi undangan itu. Padahal mereka melihat itu semua hanya basa-basa. Semakin hari mereka semakin arogan dan menjadi-jadi, semakin berbuat kerusakan, semakin semena-mena, dan memblokade sebuah bangsa yang mengalami kepedihan selama satu abad. Bahkan mereka tidak malu memberikan kepada kalian tali untuk menjerat leher saudara-saudara kalian sendiri. Mereka tidak segan-segan memberikan anak panah kepada kalian untuk kalian tancapkan di leher saudara kalian sebangsa dan seakidah. Lebih dari itu, mereka membangun bendungan yang melindungi bangsa yahudi. Sungguh buruk dosa kalian dan perbuatan kalian.

﴿وَاللهُ غَالِبٌ عَلَى أَمْرِهِ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لا يَعْلَمُونَ (21)﴾ (يوسف).

“Allah berkuasa terhadap urusan-Nya, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahuinya.” (Yusuf: 21)

Wahai pemimpin dan umat Islam

Ketahuilah bahwa perdamaian yang mereka (musuh kalian) inginkan di Timur Tengah adalah agar bangsa Arab menutup mata dari darah saudara mereka (Palestina) yang tertumpah, agar telinga bangsa Arab tuli dari jeritan para janda dan anak yatim yang memilukan setiap hari, agar bangsa Arab melupakan jutaan pengungsi yang diusir dari kampong halaman mereka tanpa alasan yang benar. Perdamaian yang menuntut agar kita melupakan puluhan ribu tawanan di penjara Israel. Padahal dunia bergunjang hanya karena jeritan satu serdadu Israel Shalit yang ditawan pejuang Palestina dan seluruh dunia berusaha membebaskannya. Sementara mereka tidak peduli dengan tawanan kita. Tidak ada seorang pun muslim di dunia ini yang berusaha membebaskan tawanan Palestina di penjara Israel. Fatamorgana perdamaian menginginkan kita agar melepaskan diri dari harga diri dan kehormatan kita sebagai bangsa yang dirampas sebagian tanah airnya dengan peluru dan api untuk didirikan di atasnya Negara yang sadis di atas puing-puing jasad kaum yang tidak bersalah dan darah orang mulian dan kehormatan yang dilanggar.

Demi Allah, beritahu saya, apa yang sudah kalian ambil dari perundingan selama 60 tahun? Apakah dengan perundingan itu Israel menghentikan agresi ke negeri-negeri dan pemerintahan yang menjadi maian boneka Israel dan Amerika? Bahkan mereka (boneka) ingin menangkap semua orang yang ingin menolong saudara mereka di Palestina, memenjarakan semua yang memberikan bantuan kepada saudara mereka di Palestina.

Wahai pemimpin Arab dan umat Islam

Cukup pengalaman perundingan damai kalian dengan Israel. Ketahuilah bahwa mereka berundingan bukan untuk mengembalikan sesuatu yang sudah mereka rampas dan mereka jajah. Tapi itu mereka lakukan agar kalian memberikan cap resmi bahwa mereka berhak atas sebagian yang mereka rampas dari kalian. Setelah itu mereka akan melanjutkan aksi penjarahan itu. Sampai mereka bisa mendirikan Negara mereka dari sungai Nil hingga sungai Efrat. Keputusan PBB mengakui Israel adalah keputusan dari badan yang memiliki wewenang untuk memberikan sesuatu kepada Israel. Itu adalah keputusan batil dan dzalim, tidak benar dan tidak adil. Palestina adalah milik bangsa Arab dan umat Islam. Mereka sudah mengerahkan jiwa berharga, darah yang suci, dan dengan izin Allah ia akan tetap menjadi milik bangsa Arab dan umat Islam dan tidak ada satupun yang mencerabutnya.

Wahai umat Islam

Sesunggunya kewajiban kita sebagai umat Islam terhadap Palestina dan peran kita dalam membela sangatlah penting.

  1. Kewajiban pertama kita adalah meluruskan niat kita, memperbarui iman kita, mengikatkan diri kita kepada Allah, meminta pertolongan kepada-Nya, bertawakal kepada-Nya di setiap amal dan jihad serta pengorbanan kita, kemudian meyakini bahwa jihad adalah puncak dari tingkatan Islam dan di sanalah harga diri dan kemuliaan kita.

Setiap keluarga muslim harus menanamkan dalam hatinya dan hati anak-anaknya bahwa masalah utamanya, cita-citanya yang terbesar, yang paling menyibukkannya, mengajarkan anak-anaknya tentang Palestina, mereka harus dididik sejak dalam kandungan cinta kepada Allah, Rasul-Nya, cinta jihad di jalan Allah. Mengajarkan kepada mereka bahwa cinta kepada Palestina dan masjid Al-Aqsha adalah bagian dari iman. Mereka harus diajarkan bahwa tidak ada persamaan antara jihad dan terorisme, dan bahwa jihad adalah perngorbanan.

  1. untuk mengembalikan hak yang terampas, membela kehormatan dan mengusir penjajah sehingga kalimat Allah menjadi yang tertinggi. Mereka harus diajarkan bahwa terorisme adalah penjajahan terhadap negeri orang lain, merampas paksa kekayaan alam negeri lain, mengusir warganya yang aman, mengalirkan darah orang-orang yang bersalah, wanita dan anak-anak dari negeri mereka.
  2. Wajib membantu dan mendukung bangsa yang terisolasi dengan segala kemampuan setiap masing-masing muslim. Dulu Ikhwanul Muslimin menyebutnya aksi “1 Qirsy (jenis mata uang Mesir dulu) untuk Palestina” hari ini setiap muslim harus menyisihkan sebagian hartanya untuk membantu saudara mereka di Palestina yang terisolir namun dengan nama “1 Junaih (mata uang Mesir sekarang) Palestina setiap bulan minimal atau lebih. Harus melatih anak-anak untuk menyisihkan uang sakunya untuk mendukung anak-anak dan anak yatim Palestina yang terusir.
  3. Barangsiapa yang tidak mampu berjihad dengan harta maka kewajibannya adalah dengan memenuhi hatinya dengan cinta kepada para mujahidin, cinta melihat keadilan kepada sebuah bangsa, kewajiban menolong mereka, mendorong manusia untuk berinfak demi mereka, harus bangun malam dengan berdoa di tengah malam dengan segenap hati yang perih agar Allah mengangkap penderitaan mereka dan ditolong Allah. Sebab panah di tengah malam sangat tepat dan tidak akan salah bidikan.

﴿لَيْسَ عَلَى الضُّعَفَاءِ وَلا عَلَى الْمَرْضَى وَلا عَلَى الَّذِينَ لا يَجِدُونَ مَا يُنْفِقُونَ حَرَجٌ إِذَا نَصَحُوا لِلَّهِ وَرَسُولِهِ مَا عَلَى الْمُحْسِنِينَ مِنْ سَبِيلٍ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ (91)﴾ (التوبة).

“tiada dosa (lantaran tidak pergi berjihad) atas orang-orang yang lemah, orang-orang yang sakit dan atas orang-orang yang tidak memperoleh apa yang akan mereka nafkahkan, apabila mereka Berlaku ikhlas kepada Allah dan Rasul-Nya. tidak ada jalan sedikitpun untuk menyalahkan orang-orang yang berbuat baik. dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang,” (At-Taubah: 91)

  1. Ikut serta dalam aksi massa dan aksi solidaritas mendukung bangsa Palestina yang terisolasi dan mereka yang membela masjid Al-Aqsha dan tempat suci lainnya.
  2. Mengontak saudara-saudara kita di Palestina dengan telepon atau melalui jejaring informasi untuk mendukung mereka dan memberikan segala dukung yang diperlukan untuk menghadapi musuh sembari berdoa.

Wahai ulama umat dan pimpinannya

Sesungguhnya menjaga Al-Aqsha dan mengembalikan Palestina tergantung di pundak kalian, ia menjadi wajib ain atas kalian. Kalian adalah pembawa risalah. Maka kewajiban paling besar kalian adalah menjelaskan kepada umat soal peran mereka dalam membela Palestina, mengembalikan masjid Al-Aqsha dari tangan zionis dan memerdekakannya.

Dulu orang-orang Al-Azhar jika menyampaikan satu kata kebenaran maka seluruh penjuru dunia akan menyambutnya, jika menyerukan jihad maka orang yang dekat dan jauh dari kalangan orang Islam di barat dan di timur akan menyambutnya. Dulu orang-orang Perancis mengatakan bahwa perlawanan tidak akan padam kecuali dengan menghabisi Al-Azhar maka mereka memasuki kampus itu dengan kuda-kuda mereka dan melakukan kerusakan, namun ketika pimpinan mereka terbunuh, mereka kocar-kacir.

Sesungguhnya kewajiban kalian adalah bekerja untuk menegakkan timbangan keadilan, memperbaiki urusan manusia, menolong yang dlalim, memberikan sanksi kepada orang dlalim.

عن أبي سعيد الخدري رضي الله عنه عن النبي صلى الله عليه وسلم قال: “أفضل الجهاد كلمة حق عند سلطان أو أمير جائر” (أبو داود)،

Dari Abu Said Al-Khudlri dari Nabi saw beliau bersabda, “Sebaik-baik jihad adalah menyampaikan kata-kata kebenaran di depan penguasa atau pemimpin yang dlalim,” (HR. Abu Daud).

وعن جابر رضي الله عنه: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: “سيد الشهداء حمزة بن عبد المطلب، ورجل قام إلى إمام جائر فأمره ونهاه فقتله” (ابن ماجه بإسناد صحيح).

Dari Jabir ra, Rasulullah saw bersabda, “Pemimpin para syuhada adalah Hamzah bin Abdul Mutalib dan seorang laki-laki yang bangkit di hadapan pemimpin yang dlalim untuk amar makruf nahi munkar, maka ia dibunuh oleh pemimpin itu,” (Ibnu Majah dengan sanad Shahih).

Wahai lembaga sipil

Negeri adalah hak semua. Semua negeri yang dimasuki oleh Islam adalah negeri Islam. Palestina dan Al-Aqsha adalah amanat di pundak kita semua. Sehingga dari sana semua pihak harus bekerja membelanya sesuai dengan tanggungjawabnya. Itu sesuai dengan apa yang disebutkan dalam hadits riwayat Abdullah bin Umar ra, ia berkata; saya mendengar Rasulullah bersabda, “Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian bertanggungjawab atas yang dipimpinnya. Seorang imam adalah pemimpin dan bertanggungjawab atas rakyatnya. Seorang laki-laki adalah pemimpin di keluarganya dan bertanggungjawab atas yang dipimpinnya. Seorang perempuan adalah pemimpin di rumah suaminya dan bertanggungjawab atas yang dipimpinnya. Seorang pembantu adalah pemimpin bagi harta majikannya dan ia bertanggungjawab atas apa yang dipimpinnya.” Abdullah bin Umar mengatakan; saya kira beliau juga mengatakan, “Seorang laki-laki adalah pemimpin terhadap harta orang tuanya dan bertanggungjawab atas apa yang dipimpinnya,” (HR. Bukhari Muslim).

Guru di kampus, sekolah, direktur perusahaan, pejabat asosiasi, media massa elektronik, radio, semuanya dituntut untuk membela Palestina dan warganya. Menyadarkan semua kelompok masyarakat tentang kewajiban mereka terhadap Palestina, membongkar rencana-rencana jahat Israel dan Amerika.

Sungguh aneh dunia berperadaban saat ini!! Ketika patung budha dihancurkan, dunia bangkit, semua pemimpin, raja-raja dan pakar dan semua media massa mengecam aksi itu. Namun ketika masjid Ibrahim dan masjid Bilal dicatutu dalam warisan yahudi, dan Al-Aqsha dirubuhkan pelan-pelan dengan cara menggali terowongan di bawahnya, Al-Quds di yahudisasikan, semuanya diam ketakutan. Tak ada bisik meski kejahatan itu begitu besar.

Wahai semua pembela kebebeasan

Kini saatnya para pembela kebenaran dari seluru agama di seluruh dunia untuk berkata satu kata kebenaran dan menuntut agar hak yang dirampas harus dikembalikan kepada pemiliknya.

Mereka mendeklarasikan bahwa tidak keamanan bagi anak-anak kita dan keturunan kita selama masih ada sebuah bangsa yang diusir dari negerinya dan ada bangsa lain dari negeri lain menjajahnya, selama masih ada bangsa yang dihalangi dari tempat sucinya dan ada bangsa lainnya menghancurkan dan merusaka di masjid-masjid dan tempat suci.

Kita sudah saatnya kalian para pembela kebebasan dan harga dirinya, wahai kaum muslimin, wahai bansga Arab setelah seabad berlalu, hentikan air mata anak-anak dan yatim serta janda untuk, bebaskan para tahanan Palestina, kembalikan hak yang dirampas kepada pemiliknya, kembalikan warga terusir dan pengungsi ke negeri mereka, potong kuku-kuku dan taring panjang Israel sehingga dunia menjadi aman

dan stabil serta perdamaian terwujud.

Wahai keluarga kami di Palestina

Allah pasti akan mengokohkan kaki-kaki kalian, mengingat hati kalian, melimpahkan kebaikan dan kekayannya, diturunkan pasukan dan kalian ditolong. Kami bersama kalian dengan semua yang kami miliki, kami tidak akan melepaskan kalian meski dengan segala perjuangan.

﴿وَلا تَهِنُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَنْتُمُ الْأَعْلَوْنَ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ (139) إِنْ يَمْسَسْكُمْ قَرْحٌ فَقَدْ مَسَّ الْقَوْمَ قَرْحٌ مِثْلُهُ وَتِلْكَ الْأَيَّامُ نُدَاوِلُهَا بَيْنَ النَّاسِ وَلِيَعْلَمَ اللَّهُ الَّذِينَ آَمَنُوا وَيَتَّخِذَ مِنْكُمْ شُهَدَاءَ وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ الظَّالِمِينَ (140) وَلِيُمَحِّصَ اللَّهُ الَّذِينَ آَمَنُوا وَيَمْحَقَ الْكَافِرِينَ (141)﴾ (آل عمران)،

“Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, Padahal kamulah orang-orang yang paling Tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.

jika kamu (pada perang Uhud) mendapat luka, Maka Sesungguhnya kaum (kafir) itupun (pada perang Badar) mendapat luka yang serupa. dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu Kami pergilirkan diantara manusia (agar mereka mendapat pelajaran); dan supaya Allah membedakan orang-orang yang beriman (dengan orang-orang kafir) supaya sebagian kamu dijadikan-Nya (gugur sebagai) syuhada'[231]. dan Allah tidak menyukai orang-orang yang zalim,

dan agar Allah membersihkan orang-orang yang beriman (dari dosa mereka) dan membinasakan orang-orang yang kafir.”

[231] Syuhada’ di sini ialah orang-orang Islam yang gugur di dalam peperangan untuk menegakkan agama Allah. sebagian ahli tafsir ada yang mengartikannya dengan menjadi saksi atas manusia sebagai tersebut dalam ayat 143 surat Al Baqarah.

Allah Maha Besar dan segala puji untuk Allah. (bn-bsyr)