Menurut Kepala Dinas Pertanian Pemkab Tebo Ir Rahansi ketika dihubungi di Muaratebo, Ibu Kota Tebo, Sabtu (20/3), untuk mendukung program tersebut pihaknya berencana menambah jumlah lahan yang akan dimanfaatkan oleh masyarakat setempat sekitar 200 hektare. “Untuk mewujudkan swasembada pangan, khususnya beras, perlu didukung lahan pertanian yang luas. Di Tebo dibutuhkan paling tidak sekitar 200 hektare. Untuk itu, penambahan luas lahan akan diupayakan secara berkelanjutan,” ujar Rahansi.

Di Kabupaten Tebo masih banyak lahan tidur yang belum dimanfaatkan, diperkirakan mencapai ribuan hektare lebih. Rahansi mengaku akan memanfaatkan lahan yang benar-benar tidak termanfaatkan untuk kemudian diratakan dan dijadikan sebagai lahan pertanian.

Tahun 2010, program percetakan sawah di Kabupaten Tebo akan dipusatkan di Kecamatan Tebo Ulu, khususnya di Desa Teluk Kuali, jumlahnya mencapai 50 hektare lebih. Daerah Teluk Kuali tergolong kawasan subur, namun masih terdapat lahan tidur. Topografi daerah tersebut juga tinggi, sehingga kemungkinan banjir bisa dihindari. “Dilihat dari sisi sumber air, tempatnya tidak terlalu jauh dari sungai. Pembuatan sawah ini juga akan didukung pembangunan parit irigasi,” katanya.

Sementara itu, seluas 50 hektare lahan lainnya akan dicetak tersebar di beberapa kecamatan lain di Tebo, di antaranya, Kecamatan Sumay, VII Koto, VII Ilir, dan beberapa kecamatan lainnya. Penyebaran percetakan sawah itu dimaksudkan agar terjadi pemerataan lahan pertanian di Kabupaten Tebo. Selain akan menambah lahan pertanian, juga diharapkan bisa menciptakan lahan kerja baru bagi masyarakat setempat.

Sampai saat ini, Kabupaten Tebo termasuk daerah yang belum bisa memenuhi kebutuhan pangan sendiri. Setiap tahunnya, daerah ini masih memasok sekitar 3.000 ton beras dari daerah lain. Setiap tahun Pemkab Tebo membutuhkan 32 ribu ton beras guna memenuhi masyarakat di daerahnya. Sementara produksi padi di Tebo baru mencapai 29 ribu ton per tahun. (Ant/OL-04)

sumber : http://www.mediaindonesia.com