MUAROTEBO – Dalam usia yang sudah 10 tahun, Kabupaten Tebo, Jambi, belum memiliki angkutan perkotaan (angkot) dan angkutan pedesaan (angdes). Yang ada hanya angkutan Antar Kabupaten Dalam Provinsi (AKDP).

Pantauan InfoJambi.com, angkot dan angdes di Tebo sangat dibutuhkan untuk mengangkut hasil bumi, seperti sayuran, dari desa ke ibukota kabupaten, Muara Tebo. Selama ini masalah transportasi menjadi penghambat kelancaran distribusi hasil bumi Tebo.

Menurut seorang staf Dinas Perhubungan (Dishub) Tebo, Ramli, lesunya usaha angkot dan angdes di kabupaten pemekaran itu akibat belum padatnya aktifitas masyarakat. Masyarakat lebih cenderung menggunakan kendaraan pribadi dalam menunjang aktifitasnya.

Menariknya, kendati tidak ada angkot dan angdes, pemkab setempat tetap membangun terminal di Kota Muara Tebo. Terminal itu tidak beroperasi optimal, bahkan terkesan terbengkalai. “Terminal itu untuk menampung angdes dari kecamatan-kecamatan nantinya,” kilah Ramli.

Angggota DPRD Tebo, Nasrun Nasir, mengatakan, belum adanya angkot dan angdes disebabkan belum aktifnya pasar-pasar kalangan di sejumlah desa. Masyarakat masih terbiasa belanja keperluan rumah-tangga di pasar-pasar kalangan, seperti di Desa Lubuk Madrasah dan Sungai Keruh. (infojambi.com/SUK)