MUARATEBO – Belum adanya kepastian pembentukan panitia khusus (pansus) di DPRD Tebo terkait masalah listrik, penyertaan modal pada PT TMA dan aset daerah, menimbulkan reaksi dari kalangan mahasiswa Tebo. Kemarin (22/10), pukul 08.45, sekitar 30 mahasiswa STIT Tebo yang tergabung dalam wadah Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) mendatangi gedung dewan untuk minta kejelasan rencana pembentukan pansus itu.

Aksi puluhan mahasiswa yang ramai-ramai mendatangi gedung dewan menggunakan sepeda motor itu, langsung dihadang puluhan aparat polisi dari Polres Tebo dan Satpol PP. Meski begitu, massa tetap menyuarakan aspirasi dan menggelar aksi damai di depan gedung DPRD Tebo. Massa meminta anggota Dewan Tebo bertemu dan berbicara dengan mereka.Permintaan mahasiswa langsung mendapat respon. Massa dipersilahkan berbicara dengan anggota dewan. Sayangnya, dari 30 orang anggota Dewan Tebo, hanya Wakil Ketua DPRD Wartono Triyan Kusumo yang masuk kantor dan menghadapi para mahasiswa.

“Kita mendukung rencana dewan bentuk tiga pansus yakni pansus listrik, TMA dan aset daerah. Karena ini berkaitan dengan hajat masyarakat banyak, jangan hanya wacana dan menghembuskan angin surga saja,” ujar Ade Saputra Wijaya, koordinator massa disambut teriakan mahasiswa lainnya.

Massa juga mempertanyakan keseriusan Dewan Tebo untuk merealisasikan hal itu. “Anggota dewannya saja hanya satu orang yang masuk kantor, bagaimana mau menyelesaikan permasalahan ini, kalau masuk kantor saja malas,” timpal Aan, mahasiswa lainnya.

Menanggapi aspirasi dan keluhan puluhan mahasiswa itu, Wartono yang menghadapinya sendirian menegaskan, rencana pansus bukan hanya sebatas wacana. Tetapi akan segera direalisasikan.

“Di antara anggota dewan sudah ada kesepakatan dan komitmen untuk menyelesaikan masalah-masalah ini lewat pansus. Jadi rekan-rekan mahasiswa kita minta untuk bersabar,” ujar Wartono yang sempat kewalahan menghadapi rentetan pertanyaan para mahasiswa.

Dikatakan, belum juga dibentuknya pansus bukan karena dewan tidak serius, tapi lebih karena kesibukan dewan dalam pembahasan anggaran perubahan Tebo tahun 2010 yang baru saja disahkan.

“Sebenarnya proses tanggapan dewan atas masalah ini cepat, baru sekitar sebulan laporan ini masuk ke dewan, sudah ada langkah-langkah yang diambil. Kita serius menyelesaikan masalah ini,” tegasnya.

Ditambahkan, paling tidak Senin depan dewan sudah dapat menjadwalkan rencana pembentukan pansus, supaya secepatnya berjalan. Apalagi persetujuan pembentukan pansus sudah ditandatangani oleh 16 anggota dewan.

“Kita tunggu janji Bapak. Senin depan kita akan datang kembali untuk melihatnya, apakah dewan benar-benar serius menangani masalah ini atau tidak,” sambut mahasiswa menanggapi.

Selain meminta kejelasan rencana pembentuk tiga pansus tersebut, dalam aksi damai kemarin (22/10), mahasiswa PMII juga meminta kepada para penegak hukum agar dapat segera menuntaskan kasus-kasus dugaan korupsi yang menurut mereka banyak terjadi di lingkungan Pemkab Tebo. Rakyat diakui massa telah dirugikan akibat dugaan korupsi bernilai miliaran rupiah itu.